Asrari Puadi.SKM Calong Anggota DPRD Provinsi Kalteng

Khairul Ma'mun
0
Calon anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Dapil Kotim-Seruyan yang satu ini membuat salut sekaligus bangga, karena dimata saya dia adalah sosok muda yang sangat menginspirasi bagi banyak orang. Pemuda yang selalu menjalin silaturrahmi kepada siapa saja, baik itu para tetua dan sesepuh di kampung kelahirannya, tokoh kalteng termasuk tokoh nasional. karena baginya bahagia yang hakiki adalah ketika kita selalu menjaga silaturahmi.

Dia adalah ASRARI PUADI.SKM.
Sosok muda yang terlahir dari sebuah desa kecil Pembuang Hulu, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah ini memang bakat kepemimpinannya sudah terlihat ketika ia dipercaya oleh kawan-kawannya sebagai Ketua OSIS di SMAN-3 Sampit (2008-2009) .

Hingga akhirnya Asrari merantau ke pulau Jawa dengan berkuliah di D3 Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Setia Budi Solo. Asrari juga pernah menjadi pimpinan di sejumlah organisasi, yaitu Gubernur BEM Fakultas Ilmu Kesehatan (2011-2012), Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kalteng Solo Raya (IMKA-SORA) (2011-2012), Dewan Pendiri dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (IMATELKI) (2012-2013), Anggota Departemen Komunikasi dan Jaringan Eksternal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Surakarta (2012-2013).

Melengkapi perannya sebagai pemuda, Asrari juga aktif dalam dunia kepenulisan untuk menyampaikan ide dan gagasannya. Berbagai media nasional dan lokal pun sudah mempublikasikan tulisannya, seperti Sindo News, Borneo News, Antara Kalteng, Detik.com, Kalteng Pos dan beberapa media lain. Karir menulisnya tak berhenti ia rintis sebagai penulis lepas. Ia bahkan sempat menjadi salah satu jurnalis di Harian Joglo Semar (2011).

Pada tahun 2017, Asrari menamatkan studi strata satu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya. Ia lulus dengan menyelesaikan sebuah penelitian dengan judul "Kajian Kesiapan Penerbitan PERDA Penanggulangan HIV&AIDS di Kabupaten Kotawaringin Timur".

Selama berkuliah di Surabaya Asrari juga pernah aktif di beberapa organisasi, komunitas dan media. Antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Airlangga (2015), berperan sebagai Public Relation di Turun Tangan Surabaya (2016), dan juga sebagai Executive Editor di Good News From Indonesia(GNFI) (2016). Selain itu, Asrari juga menggagas gerakan #Bebasasap, sebuah gerakan sosial yang peduli dengan permasalahan asap kebakaran hutan di Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah dan daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan.

Masih di tahun yang sama yaitu tahun 2017, Asrari meraih penghargaan dari Patelki Award sebagai Tokoh Muda Nasional yang memberi sumbangsih pada pengembangan profesi kesehatan. Sebuah penghargaan yang ia harapkan dapat menambah semangat kawan-kawan muda lainnya untuk terus bertumbuh dan berproses melahirkan karya dan manfaat bagi banyak orang.

Pasca menamatkan studi di Surabaya, Asrari mendapatkan Beasiswa dari Kemenpora RI untuk “nyantri” di S2 Ketahanan Nasional - Universitas Gadjah Mada, Asrari menjadi satu-satunya putra dari Kalteng yang meraih beasiswa ini. Selain berkuliah ia juga menjadi salah satu orang yang dipercaya untuk ikut membantu mengembangkan organisasi pemuda daerahnya, yaitu dengan menjadi Dewan Penasehat Organisasi, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Seruyan serta Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalteng (HPMKT) di Yogyakarta.

Di tahun 2018, bersama teman-temannya di "Kader Bangsa Felloswhip Program", Asrari telah menulis dan menerbitkan sebuah buku berjudul "Anak Muda dan Masa Depan Indonesia". Masih di tahun yang sama Asrari juga sempat ikut membantu Ibu Khofifah dan Mas Emil Dardak dalam Pilgub Jatim 2018 sebagai tim media dan politik.

Memang sosok muda Asrari Puadi ini dikenal luas karena gerakan sosialnya terutama yang berkaitan dengan pembangunan komunitas. Meskipun demikian Asrari masih setia dengan hobbinya seperti bersepeda, Musik, Mancing, berpetulang.dll.

Negeri kita yang mahaluas, yang membentang dari Sabang hingga Merauke memang menyimpan banyak orang-orang hebat seperti Asrari Puadi ini. Baginya, setiap manusia lahir merdeka untuk mengaktualisasikan diri, namun kemerdekaan individu bukan jadi alasan untuk egois satu sama lain.

Prinsipnya, “No Risk No Gain. No Gain Without Spirit and Struggle.” Anak muda tidak boleh takut berkarya. Karena masa depan bukan soal warisan yang menunggu surat wasiat. Jika anak muda ingin perubahan maka tidak perlu menunggu, harus langsung ambil bagian.

Pehu,27 September 2018. Khairul Ma’mun.
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)