Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah

Khairul Ma'mun
0

Penduduk Kecamatan Hanau memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang sangat tergantung kepada sumber daya alam terutama untuk usaha perkebunan, pertanian dan pertambangan. Oleh karena itu kesejahteraan penduduk Kecamatan Hanau juga sangat tegantung kebijakan pemerintah Kabupaten dalam pengelolaan sumber daya alam.

Sejak akhir tahun 1996, ada banyak perubahan terjadi di tingkat nasional yang pada akhirnya berdampak kepada kehidupan di tingkat kabupaten bahkan tingkat desa.
Dampak itu juga dapat dirasakan pada kehidupan di daerah-daerah yang saat ini menjadi bagian dalam wilayah Kabupaten Seruyan. Beberapa kejadian penting yang dapat dicatat adalah sebagai berikut:
  • Krisis politik nasional sejak akhir tahun 1996 yang diakhiri dengan jatuhnya kekuasaan mantan Presiden Soeharto, yang menandai berakhirnya era orde baru dan dimulainya era reformasi.
  • Krisis moneter sejak tahun 1997.
  • Dikeluarkannya paket Undang-undang Desentralisasi pada bulan Mei 1999 sebagaiawal dimulainya era otonomi daerah yang memberikan lebih banyak kekuasaan pada pemerintah kabupaten dan kota.
  • Kabupaten Seruyan berdiri pada bulan Agustus2002 sebagai pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Timur.
  • DPRD Seruyan terbentuk dan Bapak H.Sudarsono.SH selaku Bupati Kabupaten Seruyan hingga sekarang.
  • Penertiban ilegal logging dan ilegal mining pada tahun 2005 yang merupakan sebagiandari usaha masyarakat.
Usaha Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Seruyan  pertama dibuka di  Kecamatan Hanau yaitu PT.Indotruba sekitar tahun 1990, dengan terbukanya usaha perkebunan ini diharapkan dapat dijadikan contoh sebagai salah satu peluang usaha yang menguntungkan dan membuka wawasan masyarakat untuk melirik usaha tersebut selain usaha masyarakat yang telah ada  pada saat itu yaitu bergerak di bidang perkayuan, tambang(emas ), petani dan nelayan, akan tetapi hal tersebut masih belum dilirik oleh masyarakat karena mereka belum nyata membuktikan hasilnya,dan usaha lain dibidang perkayuan dan tambang emas padasaat itu lebih menghasilkan.

Sejak tahun 2005 dimana pemerintah  gencar-gencarnya menertibkan kegiatan  ilegal logging dan illegal mining,barulah membuat sebagian masyarakat  pelan-pelan meninggalkan usaha tersebut dan mencoba beralih ke kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit dimana padasaa titu mereka telah dapat menyaksikan sendiri hasil dari perkebunan kelapa sawit milik perusahaan.

Keluarnya peraturan pemerintah tentang Investasi Perkebunan Kelapa Sawit semakin mempercepat luas pembukaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Hanau, sehingga segala bentuk pengalaman pengelolaan kelapa Sawit diperoleh masyarakat.Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah beroperasi di wilayah Kecamatan Hanau adalah PT.Tapian Nadenggan (SINAR MAS) (sebelah Utara Kecamatan), PT Indotruba dan PT. Wanasawit Subur Lestari (sebelah Barat  Kecamatan), PT.Wana Sawit Subur Lestari dan PT Rim Capital (sebelah Timur Kecamatan) serta PT.Musirawas Citra Harpindo, PT Sumur Pandan Wangi dan PT.Sawitmas Nugraha Perdana (sebelah Barat Kecamatan).

Pembukaan areal perkebunan kelapa sawit oleh perusahaan yang akhirnya bersentuhan langsung dengan lahan masyarakat sangat rentan timbulnya permasalahan karena terkadang tidak tercapai kata sepakat antara investor dan masyarakat dalam hal ganti rugi lahan yang tentu mengakibatkan  adanya konflik lahan antara masyarakat dengan pihak perkebunan,dengan musyawarah mufakat antara kedua belah pihak yang dijembatani oleh pemerintahan kecamatan selamaini sedikit banyak telah pula berhasil menyelesaikan permasalahan, akan tetapi masih ada beberapa permasalahan lahan yang belum terselesaikan.

Kecamatan Hanau adalah kecamatan yang berada di tegah-tengah bantaran sungai seruyan yang mengaliri dan membelah Kabupaten Seruyan dari muara Laut Jawa sampai ke pehuluan sungai Seruyan, sertaKecamatan Hanau yang berada di lintasan jalan negara antara dua kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur. Keberadaan wilayah Kecamatan Hanau yang terletak di tengah-tengah perkebunan sawit yang beroperasi tentu secara langsung maupun tidak langsung akan nyata meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya seiring dengan perkembangan perkebunan kelapasawit di wilayah Kecamatan Hanau.

Dengan keberadaan seperti tersebut diatas diharapkan Kecamatan Hanau kedepan dapat menjadi maju dan berkembang menjadi sentra pekebunan, pendidikan, perdagangan dan Industri, bersaing bersama kecamatan lain demi membawa masyarakatnya menjadi  masyarakat yang makmur, sejahtera, berpendidikan dan beriman di wilayah kabupaten Seruyan.


PROFIL KECAMATAN HANAU
Jumlah Rumah Tangga 6.664
Jumlah KK Prasejahtera dan Sejahtera I 4.389
Suku Mayoritas Dayak
Agama Mayoritas Islam (97 %)
Camat / Kepala Pemerintahan SARIAN.SP.d
Kepala Adat / Kademangan Hanau SUNARTO MASRA
Waktu Tempuh ke Ibukota Kabupaten +8,5 jam ( lewat sungai ) +8jam ( lewat darat )
Jumlah Jiwa 26.843
Jumlah KK 7.816
Jumlah TK 8
Jumlah SD 19
Jumlah SMP 6
Jumlah SMA 3
Jumlah Puskesmas 1
RSUD 1
Jumlah Pustu 7
Jumlah Polindes 6


Sejarah Singkat 
Kecamatan Hanau merupakan salah satu kecamatan tertua di kabupaten Seruyan setelah Danau Sembuluh. Kecamatan Hanau terbentuk pada masa pemerintahan Belanda dan pejabatnya disebut Assisten Kiai dan bertanggung jawab kepada pemerintahan di Sampit. Pada saat itu di Seruyan terdapat desa-desa penghubung atara Kiai ( Camat), diantaranya adalah Kampung Pembuang Hulu dan Kampung Tanjung Hanau.

Secara pemerintahan, sebelum tahun 1880, masih bernama kampung (Shoofd) Pembuang Hulu. Kemudian pada tahun 1880 maka ditempatkan “Onderdistrictshoofd” (sekarang Kecamatan) di Telaga Pulang sebagai Ibukotanya. Pada tahun 1902, pemerintahan  “Onderdistrictshoofd” kembali dipindahkan ke Pembuang Hulu, dan pada tahun 1905, pemerintahan “Onderdistrictshoofd” kembali dipindahkan ke Kuala Pembuang.

Mengingat akses kepemerintahan dari desa-desa penghubung antara Kiai (Camat)  terlalu jauh ke Kuala Pembuang maka pada tahun 1963  dibentuklah sebuah kecamatan (pemekaran dari Seruyan Hilir) dengan nama Kecamatan Hanau yang beribukota di Desa Pembuang hulu.

Letak Kecamatan Hanau
Secara geografis wilayah daratan Kecamatan Hanau berbatasan sebelah utara dengan Kecamatan Danau Seluluk, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Danau Sembuluh, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Seruyan Raya dan Danau Sembuluh, serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kotawaringin Barat.Terletak antara 111o80’ – 112o17’ Bujur Timur  dan02o24’ - 02o41’  Lintang Selatan, dan  berada pada ketinggian rata-rata 25-50m (dpl) dengan suhu rata-rata 23o-30oC.

Transportasi utama yang digunakan untuk menjangkau ke desa-desanya sebagian besar dapat ditempuh melalui jalan darat, melalui jalan perkebunan sawit dan sisanya dengan jalur sungai yaitu Desa Tanjung Hanau dan Paring raya yang letaknya berada di seberang sungai Seruyan dari Ibukota Kecamatan. Kondisi jalan menuju Ibukota Kecamatan terutama desa Tanjung Hanau, Parang batang, Paring Raya dan Bahaur yang  masih minim, sehingga masih perlu adanya perbaikan dan peningkatan fisik jalan, karena jaringan infrastruktur jalan  sangat menentukan arus transportasi barang dan jasa yang tentunya akan mendongkrak perekonomian masyarakat desa, oleh karena itu kedepan diharapkan pembangunan infrastruktur jalan bagi desa-desa tersebut dapat menjadi prioritas utama didalam kegiatan pembangunan Kecamatan Hanau.

Perjalanan menuju Ibukota Kabupaten dapat di tempuh melalui jalur air menyusur sungai seruyan ke hilir menggunakan angkutan sungai (longboat) dengan waktu tempuh kurang lebih delapan jam, atau alternatif  lain menggunakan angkutan darat (mobil)melalui Kabupaten Kotawaringin Timur dalam kondisi sekarang dapat ditempuh  dengan waktu sekitar delapan jam.

Pemerintahan Kecamatan
Berdasarkan Peraturan Derah Kabupaten Seruyan nomor 6 tahun 2010 Kecamatan Hanau mengalami pemekaran wilayah menjadi  dua kecamatan yaitu Kecamatan Hanau dan Kecamatan Danau Seluluk, luas wilayah dari sebelumnya 1.135.km2  menjadi  549.km2 dan merupakan kecamatan yang memiliki luas terkecil dari kecamatan lain di Kabupaten Seruyan.

Kecamatan Hanau terdiri dari  tujuh desa dan belum ada kelurahan, dengan ibu kota kecamatan adalah Pembuang Hulu I, dengan seluruhnya kecamatan ini membawahi 4 Rukun Warga dan 53 Rukun Tetangga.Desa-desa  yang berada di kecamatan Hanau adalah : Desa Derangga, Pembuang Hulu II, Pembuang Hulu I,  Bahaur,  Paring Raya, Parang Batang, Tanjung Hanau (urutan dari hulu ke arah hilir sungai Seruyan). Pemerintahan di Kecamatan Hanau saat ini di pimpin oleh seorang camat yaitu Bapak DSARIAN.SP.d.

Visi dan Misi Kecamatan Hanau
Visi : “ Mewujudkan Kecamatan Hanau sejajar dengan kecamatan lainnya yang telah maju, sehingga terpandang dan terhormat di tingkat kabupaten maupun propinsi serta Nasional”.
Misi :
  1. Pembangunan menyebar dan proposional.
  2. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
  3. Peningkatan partisipasi masyarakat
  4. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor
  5. Pengolahan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dengan prinsip kelestarian, manfaat dan ekonomi.
  6. Tersusunnya perencanaan pembangunan daerah jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek yang mampu menyentuh langsung serta menumbuhkan kemandirian bagi lapisan masyarakat.
  7. Terciptanya keharmonisan dalam perencanaan pembangunan daerah lintas wilayah, lintar sektor dan antar instansi melalui koordinasi dan kerjasama yang intensif.
  8. Tersusunnya perencanaan pembangunan yang memprioritaskan efisiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan sumberdaya daerah berazaskan keterbukaan.
  9. Mengedepankan profesionalisme dan kreatifitas kerja.

Keadaan Sosial
Jumlah penduduk Kecamatan Hanau adalah 26.843 jiwa yang terdiri dari 13.713 jiwa. penduduk laki-laki dan 13.130 jiwa penduduk perempuan. Rata rata jumlah  anggota rumah tangga perumah tangga adalah sebanyak 3,96. Dibandingkan dengan ketujuh desa yang berada di Kecamatan Hanau, jumlah penduduk terbanyak berada di ibukota kecamatan yaitu di desa Pembuang Hulu I sebanyak 8.421 jiwa dan jumlah penduduk terbanyak kedua berada di Desa Pembuang Hulu II yaitu sebanyak 7.979 jiwa, dengan jumlah penduduk tersebut kecamatan Hanau berada di urutan keempat  terbanyak  setelah Kecamatan Seruyan Raya.

Jumlah kepadatan penduduk Kecamatan Hanau adalah sebesar 33,75 jiwa/km2, berdasarkan jumlah kepadatan penduduk tersebut Kecamatan Hanau merupakan kecamatan yang  terpadat penduduknya dibandingkan dengan kecamatan lainnya,  pertambahan penduduk lebih banyak  disebabkan adanya pendatang dari Pulau Jawa yang mengadu nasib di perkebunan sawit di samping itu pula dengan adanya perkembangan jumlah penduduk.

Penduduk Kecamatan Hanau dapat di kategorikan sebagai penduduk dengan kesejahteraan menengah karena sekitar 60% dari jumlah penduduknya adalah penduduk sejahtera I dan prasejahtera. Mayoritas dari jumlah penduduk Kecamatan  Hanau adalah beragama islam yaitu sekitar 97%,  sisanya adalah  kristen, Hindu dan Budha, oleh karena itu kehidupan adat budaya Islami lebih mendominasi didalam norma-norma kehidupan masyarakatnya.

Pendidikan
Kesadaran masyarakat akan pendidikan sudah cukup tinggi di tunjang oleh keadaan ekonomi akan kemampuan rumah tangga untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, keberadaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas baik SMA Negeri, SMK Negeri dan SMK Yayasan Miftahussalam telah memberikan andil bagi pendidikan masyarakatdi Kecamatam Hanau untuk menyediakan lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, dengan keadaan tersebut diatas makadiharapkan kedepan masyarakat Kecamatan Hanau memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan dapat memiliki sebuah perguruan tinggi, untuk memenuhi aspirasi  masyarakat akan pendidikan tinggi di daerah ini.

Kesehatan
Kecamatan Hanau telah memiliki 1 Rumah sakit Umum, 1 Puskesmas, 7 Puskesmas Pembantu, 2 Puskesmas keliling dan 11 Posyandu dengan memiliki 6 orang dokter umum dan 16 orang bidan. Untuk desa-desa yang berada di sekitar ibukota kecamatan dapat langsung lebih cepat mendapatkan pelayanan maksimal di Rumah Sakit Umum atau Puskesmas, sedangkan desa-desa yang berada jauh dari ibukota kecamatan masih terbatas untuk mendapatkan pelayanan lebih  karena faktor jarak tempuh dan akses jalan ke ibukota kecamatan yang terbatas, seperti  desa Tanjung Hanau, Paring Raya dandesa Parang Batang. Masalah gangguan kesehatan yang utama menurut peringkatnya yang di alami oleh masyarakat kecamatan Hanau adalah ISPA,oleh karena itu diharapkan kedepan dengan bertambah lengkapnya fasilitas dan pelayanan kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat akan menurunkan tingkat penderitanya.

Ekonomi Sumber Daya Alam
Kondisigeografis dan ketersediaan lahan bagi Kecamatan Hanau  menjadikan wilayahnya  berpotensi untuk dikembangkan menjadi areal perkebunan sawit. Perkebunan kelapa sawit memiliki  andil terbesar bagi perekonomian masyarakat, beberapa Perkebunan Besar Sawit telah berproduksi dan menghasilkan CPO dengan telah didirikan pabrik pengolahannya di daerah ini.

Masyarakat Kecamatan Hanau sebagian besar  berusaha sebagai petani, baik petani sawit, karet, gaharu, padi, aren dan nelayan, sebagian lagi adalah sebagai tenaga kerja di Perkebunan Besar Sawit Swasta serta sebagai  usaha pemberi jasa(kotraktor)  angkutan dan lain-lain  di dalam kegiatan perusahaan Perkebunan Besar Sawit sebagai wujud kerja sama perusahaan terhadap masyarakatyang berada di sekitar perusahaan.

Selain adanya industri besar kelapa sawit,  Kecamatan Hanau juga memiliki industri kecil dan rumah tangga seperti industri pembuatan batako, penggaraman Ikan, penambangan pasir, pembuatan gula aren dan kerajinan tangan rotan, purun dan bamban.

Sektor perdagangan dan jasa berkembang di daerah ibukota kecamatan dikarenakan dukungan akses transportasi, komunikasi,  juga keberadaan pasar yang telah lebih dahulu ada dan berkembang, sedangkan desa-desa yang berada jauh dari ibukota Kecamatan Hanau sektor perdagangan dan jasa kurang berkembang karena terbatasnya permintaan, juga keterbatasan akses menuju ke desa-desa tersebut dan masyarakatnyamemenuhi kebutuhannya dengan bertani dan nelayan.

Kecamatan Hanau telah memiliki 3 buah pasar, selain melayani jual beli masyarakat Ibukota kecamatan sendiri juga melayani masyarakat dari desa-desa sekitar  yang datang berbelanja untuk mencari barang yang lebih lengkap di karenakan desa mereka belum memiliki pasar sendiri, tetapi barang-barang lain kadang-kadang dapat mereka peroleh dengan membeli dari kapal pedagang yang singgah rutin di desa mereka, seperti desa Parang Batang, Paring Raya dan Tanjung Hanau.Kegiatan utama perekonomian Kecamatan Hanaubersumber dari  subsektor perkebunan kelapa sawit bukan bersumber dari sektor perdagangan dan jasa.

Dalam menopang kegiatan pengelolaan, sirkulasi dan transaksi keuangan, di kecamatan Hanau telah beroperasi dua Bank Pemerintah yaitu : Bank Pembangunan Kalteng dan Bank Rakyat Indonesia, dengan dibantu 1 KUD dan 14 Non KUD seperti KPN, Koperasi karyawan, Koperasi wanita dan KSU,  dengan keberadaan dua Bank Pemerintah ini maka masyarakat sebagai pelaku ekonomi akan lebih mudah  dalam melakukan transaksi keuangan dan mendapatkan pinjaman untuk meningkatkan usahanya.

Kecamatan Hanau sebagian desanya (Pembuang Hulu I dan Pembuang Hulu II)  telah di dukung pula oleh teknologi informasi dan telekomunikasi dimana telah dibukanya jaringan telephon kabel dan internet (speedy) oleh PT.Telkom melalui jaringan dari Kabupaten Kotawaringin Barat, selain itu terbuka pula jaringan saluran telephon selular Telkomsel, Indosat, XL, Axis. Pasokan energi listrik masyarakat  desa di Kecamatan Hanau (Pembuang Hulu I, Pembuang Hulu II dan Derangga) telah di pasok  oleh PLN  Ranting Pangkalanbun, Kotawaringin Barat.
Disunting kembali oleh : Khairul Ma'mun
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)